Naik Kereta Sawunggalih

July 8, 2008 | |

"Naik kereta jawa ya pah !" itu kata yang selalu diucap si sulung selama  lima hari empat malam sebelum berangkat ketika gue ada rencana pulang kampung ke rumah eyang di Kutoarjo buat nemenin Ibu sekalian ziarah ke makam eyang.
Pict0002

"Pah, udah tiga malam,. katanya mau naik kereta jawa!" sambil memperlihatkan ketiga jari-jarinya ke arah muka ketika sisulung menanyakan kapan berangkatnya sepulang kerja.
"iya nanti sore kita berangkat !" jawab gue santai.

Pemberangkatan jam tujuh malam kami berdua sudah tiba jam sembilan pagi, sisulung tidak pernah lepas pandangannya ke arah kereta yang sedang langsir.
"papah beli tiket dulu buat berangkat, kamu diam dan jangan lari-lari ya ?"pesan gue kepada anak, ternyata penjualan tiketnya buka jam tiga sore.
Kami berdua akhirnya kembali kerumah buat istirahat dulu mempersiapkan fisik nanti diperjalanan. siSulung rewelnya minta ampun,"pah kok gak jadi naik keretanya, ayo naik kereta pah ?" kata-kata itu terus terucap diperjalanan hingga sampai rumah.

Akhirnya jam tiga sore telah tiba,.. didahului makan siang lalu packing kami berdua meluncur ke stasiun,.. tampak di stasiun sudah ramai orang mengantri beli tiket dan didapatlah tiket pemberangkatan tanpa tempat duduk untuk kami.

Duduk dipelataran jalan kereta siSulung sangat senang hatinya melihat-lihat orang wara wiri didalam kereta yang tidak begitu padat… para penumpang gemas lihat siSulung bawel dan banyak tanya tentang apa yang dijumpainya diperjalanan,. "papah sawahnya mana kok gak kelihatan ?" meledaklah tawa gue "yah mana kelihatan kan keretanya berangkat malam jadi sawahnya gak kelihatan !" jawab gue

Tiba waktunya buat tidur malam, gue panik soalnya sempit banget buat siSulung rebahan buat tidur., Ada saran dari penumpang lainnya "pindah ajah ke restorasi mas, kasih duapuluh ribu dapat makan makan dan minum ?" saran bagus buat gue.

Kami pindah ke gerbong restorasi melewati empat gerbong sambil tergopoh-gopoh melompati para penumpang yang sudah pada tidur di jalanan, akhirnya kami sampai di gerbong restorasi dimana ruangnya lenggang.. sebelum tidur memesan dulu makan dan minum, digelarlah koran buat alas tidur siSulung. and yang pasti gue gak bakalan bisa tidur jagain siSulung tidur…!

Tiba di StaKutoarjo jam empat subuh,.. kami menunggu jemputan sambil bersih-bersih muka dan buang air seni diToilet serta tidak lupa buat sholat subuh,..
"pah naik becak dong ?" itu kata pertama ketika siap-siap menuju rumah eyang uyut.. "rumah eyang jauh,..kalo naik becak sampainya dirumah nanti sore >30 km dari stasiun ?" jawab gue. Jemputan tiba akhirnya kami sampai juga dirumah eyang,..

kegiatansiSulung dikampung antara lain kepasar bersama eyang, main bersama teman desanya sambil mandi lumpur ditengah sawah, lari-lari disawah hingga nyemplung dikali ditemani Ibu mencari kijing (jenis kerangkali)Nino3

Akhirnya kesampaian juga niat Ziarah dengan mengajak siSulung ke kampung leluhur Ibu di Desa Mangunjayan Kec Butuh Kabupaten Purworejo Jawa tengah


Comments



You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind