Balada si Lani anak keduaku

August 16, 2008 | |

Bonbin20
"Mas besok sabtu pagi ‘deteguh pindah ke pekayon bekasi," telp itu gue dapat setelah menulis dibuku ekspedisi nomor surat yang akan dikirim ke Pimp dari adik sepupu, anak dari adik bapak yang ada disuatu kampung dibrebes sono…
"oh ya, kok pindah kenapa ?" kataku
"atas doa dan saran masyo aku dah jadi kepala cabang dan alhamdullilah mas, istriku hamil lagi setelah dipegang sama mbak lani" kata deteguh
"alhamdulilah dek semua itu atas kuasa dan kehendakNya ALLAH SWT, mungkin pakde yang bisa ikut antar kamu pindahan, masyo masuk kerja sabtu besok" jawabku "baik mas, deteguh tunggu pakde besok sabtu ya, terima kasih ya masyo", balasnya "okeh, salam buat istri jaga kesehatan adik bayi ya,.?" kata gue

entah kebetulankah,……
karna sudah ada dua wanita yang sedang menanti momongan setelah dipegang perutnya sama tangan anak kedua gue keinginannya mendapatkan momongan akhirnya terwujud.

Padahal semua itu awalnya iseng cuma candaan dan hiburan buat mereka berdua para wanita itu karna memang mereka sudah lama mengharapkan datangnya keturunan.

Wanita pertama adalah rekan kantor sudah berumur 37 belom dikarunia anak dan ketika kami beristirahat Mbak ret becandain anak kedua gue supaya tertawa didalam salah satu gedung diDufan gue sempat nyeletuk,..
"Mbak ret, coba tangannya Lani elus-elus perutnya Mbak ret sapa tau esok hamil ?" kata gue iseng,
"yang bener yok ?" kata Mbak ret penasaran,
"ya dicoba ajah, namanya juga usaha, lani kan anak masih polos dan bersih tanpa dosa sapa tau dia bisa bantu harapan Mbak atas ijin dan Kehendak ALLAH SWT" balas gue sambil cengengesan

Tiga bulan berlalu ketika bertemu Mbak ret di suatu pagi hari diantrian mesin absen Mbak ret  berkata "yok perutku alhamdulilah dah isi bayi dua bulan !", "wow keren dong, alhamdulilah dah Mbak akhirnya doa dan harapan mbak dikabulkan ALLAH SWT !" kataku sambil berjalan menuju motor yang terparkir

dan wanita kedua ini masih dalam hubungan keluarga karna dia istri dari adik sepupu, si istri bekerja di BNI kota dan suaminya sering loncat ke beberapa bank negri ataupu swata yang masih eksis, si istri ketika hamil pertama fisiknya sangat lemah sehingga dia mengalami  keguguran ketika bayi dalam kandungannya memasuki umur dua bulan, setelah hampir lebih dari empat bulan pasca keguguran dia masih sangat trauma dan sedih kalo diingat kejadian itu sampai-sampai suaminya tidak berani nyinggung masalah bayi.

Ketika gue datang bersama anak-anak kerumahnya dia kelihatannya sangat senang sekali melihat keponakannya nino dan lani datang. "Apa kabarnya jeng ?" kataku, "baik mas" sambil dia mencium tangan gue dan istri.
Cerita ngolor ngidul tentang kerjaan, keluarga dikampung dan diakhir cerita si teguh cerita kalo istri keguguran karna rahimnya lemah.

Akhirnya gue iseng nanya ke istrinya, ‘masih kepengen anak gak sekarang ini ?’ kataku, "kepengen banget sih mas tapi Tuhan belom ngasih ke kami agar punya momongan ?" si teguh dan istrinya tertunduk sedih, gue coba kasih saran "Kamu berdua naik motor ya kalo kerja?" "iya mas" kata istrinya,  gue berikan beberapa saran sebagai kakak yang baik buat istrinya agar jangan naik motor dan naik kereta jabodetabek ajah bila berangkat dan pulang kerja walaupun keretanya penuh sesak dan untuk suaminya cari tukang urut buat ngurut badan dan sekitar selangkangannya dan diakhir sarannya gue coba iseng ajah minta tangan lani anak kedua gue yang sedang digendongnya dieluskan keperutnya dan minta ke ALLAH SWT agar diberi keturunan lagi ?

Allahu Akbar, segala doa dan keinginan kalo kita minta kepadaNya, ALLAH SWT pasti mengabulkan… Amin


Comments



You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind