nino nonton panggung musik

August 20, 2008 | |

Baturaden3
Sebenarnya acaranya sudah sebulan lalu tapi moment itu sangat berkesan banget buat gue dan keluarga, yups kami sekeluarga nonton acar musik kampus dekat rumah tempat tinggal gue dengan bintang tamu grup band punk rock Marjinal yang basecampnya gak begitu jauh dari rumah.

Istri dan anak ke dua si lani gue drop berdiri didekat panitia untuk menjamin keselamatannya apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan dan nino gue ajak ke depan panggung, ketika band pembukanya tampil Nino anak gue sangat Senang dan langsung lari kebibir panggung gue panik banget lalu mengejarnya dan akhirnya gue berhasil menangkap tangannya nino supaya berdiri disamping gue. Gue takut banget anak gue kena slamdance para penonton dan si nino ikut teriak-teriak dari mulutnya entah kata-kata apa yang diucapkan nino gue gak ngerti karna asal teriak ketika dia mencoba mengikuti teriakan vokalis beberapa band grincore lokal yang gue sendiri gak paham apa nama bandnya sebagai band pembuka dan puncaknya ketika band Marjinal tampil gue ikut bernyanyi pula sambil menggendong/bopong si nino dipundak berjingkrak-jingkrakan ikut bernyanyi bersama penonton lainya sambil melihat para ABG berheadbanger didepan panggung.

Diantara penonton adapula beberapa anak  ABG yang tinggal di sekitar rumah ikut pula menonton dan mereka terbengong-bengong melihat gue jingkrak-jingkrakan bersama anak yang dipundak ikut bernyanyi dengan penonton lainnya dan hapal pula lagu-lagunya band Marjinal

Katanya acara musik punk itu identik dengan kerusuhan tapi gue rasakan acara ini  berlangsung tertib walaupun harga tiket tidak ditarik besaran rupiahnya tapi panitia cuma  menyodorkan kardus bekas bagi penonton untuk diisi beberapa lembar rupiah  yang mau liat acaranya sebagai tanda masuk pertunjukan, ada yang bayar 500 perak atau seribu gue bingung mau kasih untuk bayar mereka berapa untuk tanda masuk, akhirnya gue kasih ajah sepuluh ribu dan panitianya malah heran mungkin kegedean kali duit segitu karna di kardus cuma ada koin 500an dan lembar seribuan, "semuanya pak ?" yup, support your local band bro ! kata gue pelan

Jam 10 malam acara selesai kami pun beranjak pulang nino berkata ‘Pah, nonton musik lagi dong ?’, ‘iya nanti ya kalo ada panggung musik lagi’ janji gue sama anak. tapi ya itulah diakhir cerita si nino pasti penyakit ngambeknya minta dibeliin mainan kumat setelah keluar dari kampus

Dan Lucunya lagi ketika dijalan hendak menuju rumah, para ABG yang tadi ikutan nonton ketemu lagi sedang melepas lelahnya, salah seorang diantara mereka ucapkan salam dengan tangannya diangkat ke kepala, "baru sampe pak ?" "iya nih mampir dulu tadi, thank ya tadi dah dikasih tau acaranya !" jawab gue. "wah si nino jadi penerus bapaknya nih jadi pemain band ?" kata mereka lagi, gue balas "amin " dan gue tersenyum ke mereka.

Mereka adalah para ABG anak tongkrongan di kampung gue yang setiap malam genjrang-genjreng ditambah dengan pukulan timtam ala pengamen kereta yang selalu bikin kuping gue pekak dan gak bisa tidur nyenyak, bernyanyi-nyanyi ala pemain band sungguhan dan ketika mereka tahu kalo gue ini masih pemerhati musik rock lokal dan dulunya pernah juga jadi artis kampung dengan dua album indie band F.O.D akhirnya mereka jadi minder dengan tidak lagi bikin pekak kuping tiap malam dan selalu nurut apa yang gue kata dan gue juga ngertiin mereka kalo mereka minta dukungan kegiatan remaja disekitar rumah tinggal.

Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan 12640


Comments



You must be logged in to post a comment.

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind